Skip to content

Programwiki.com

Portal Informasi Unik dan Terbaru

Menu
  • Beranda
  • Teknologi
    • Smartphone
    • Komputer
    • Software
    • Kamera
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Kecantikan
    • Finansial
    • Fashion
    • Traveling
    • Kuliner
  • Uncategorized
    • Bisnis
    • Industri
    • Otomotif
    • Pendidikan
    • Properti
  • Kontak Kami
  • Privacy Policy
Menu

Quiet Quitting vs Quiet Thriving: Pilih Pasrah di Tempat Kerja atau Maju Diam-diam?

Posted on 15 September 2026

Dunia kerja beberapa tahun belakangan ini dipenuhi oleh berbagai istilah unik. Setelah dulu sempat heboh istilah Hustle Culture—di mana orang-orang bangga kerja lembur sampai tipes—lalu muncul gerakan perlawanannya yang bernama Quiet Quitting.

Quiet Quitting adalah kondisi di mana seorang karyawan memilih untuk bekerja secukupnya saja, persis sesuai deskripsi pekerjaan di kontrak, tanpa mau memberikan usaha ekstra sedikit pun. Alasannya jelas: menghindari burnout dan kesehatan mental yang terganggu akibat beban kerja berlebih tanpa apresiasi yang sepadan.

Namun, belakangan timbul tren baru yang dianggap lebih sehat dan konstruktif, yaitu Quiet Thriving. Apa sih perbedaannya, dan mana yang sebaiknya kamu pilih untuk perjalanan karirmu?

Mengenal Lebih Dekat Quiet Quitting

Jujur saja, quiet quitting adalah reaksi yang wajar ketika seseorang berada di lingkungan kerja yang beracun (toxic workplace). Kamu merasa gajimu gak naik-naik, atasan suka menyuruh di luar jam kerja, dan tidak ada kejelasan jenjang karir.

Daripada emosi atau resign tanpa tabungan yang cukup, akhirnya strategi “kerja asal beres” jadi pilihan aman.

Sisi positifnya: kesehatan mentalmu terjaga dalam jangka pendek, dan kamu punya waktu untuk kehidupan pribadi.
Sisi negatifnya: posisi karirmu bakal jalan di tempat. Kamu gak berkembang, gak belajar keahlian baru, dan lambat laun bakal merasa bosan serta kehilangan makna dalam bekerja.

Quiet Quitting vs Quiet Thriving Pilih Pasrah di Tempat Kerja atau Maju Diam-diam 2

Alternatif yang Lebih Cerdas: Quiet Thriving

Nah, Quiet Thriving hadir sebagai jalan tengah yang sangat menarik. Konsep ini bukan mengajak kamu untuk kembali gila kerja (hustle culture), melainkan mengambil kendali penuh atas pengalaman kerjamu secara diam-diam dan bijak.

Daripada cuma pasrah dan membenci pekerjaanmu tiap hari, kamu secara aktif mencari cara agar pekerjaan itu bisa memberi manfaat balik buat pertumbuhan dirimu sendiri. Kamu bekerja bukan cuma buat menyenangkan atasan, tapi buat investasi kemampuan masa depanmu.

Bagaimana Cara Menerapkan Quiet Thriving?

Proses menerapkan quiet thriving sebenarnya gak rumit dan bisa dimulai dari langkah-langkah kecil berikut:

  • Fokus pada Skill yang BISA Kamu Bawa Pulang: Kalau kantor memberikan tugas baru yang menantang, jangan langsung ngeluh. Lihat apakah tugas itu mengasah keahlian baru (misal: data analysis, public speaking, atau project management). Keahlian inilah yang nanti bikin CV kamu makin mentereng saat mau pindah kerja.
  • Ubah Pola Pikir (Job Crafting): Coba cari sisi dari pekerjaanmu yang paling kamu nikmati, lalu alokasikan lebih banyak energi di sana. Jika kamu suka desain, tawarkan diri untuk lebih banyak memegang proyek visual di timmu.
  • Bikin Batasan Sehat yang Jelas: Quiet thriving tetap menjunjung tinggi keseimbangan hidup (work-life balance). Kamu tetap mematikan laptop saat jam kerja usai, tapi selama jam kerja berlangsung, kamu benar-benar fokus dan memberikan performa terbaik.
  • Bangun Relasi Bernilai (Networking): Manfaatkan waktu di kantor untuk menjalin hubungan baik dengan rekan kerja atau atasan dari divisi lain. Relasi profesional yang kuat sering kali jadi pintu masuk untuk peluang karir yang jauh lebih baik di masa depan.

Mana yang Harus Kamu Pilih?

Jawabannya sangat tergantung pada situasi yang sedang kamu hadapi sekarang.

Jika kamu berada di tempat kerja yang benar-benar merusak kesehatan mentalmu dan sudah tidak ada harapan perubahan, Quiet Quitting bisa jadi strategi bertahan hidup sementara sambil kamu aktif melamar pekerjaan di tempat lain.

Tapi jika tempat kerjamu cukup oke, hanya saja kamu merasa jenuh dan stagnan, Quiet Thriving adalah pilihan yang jauh lebih memberdayakan. Kamu gak perlu menunggu kantor atau atasanmu berubah untuk membuat hidupmu lebih baik. Kamu sendiri yang mengambil kemudi atas perkembangan dirimu.

Bekerja cerdas itu bukan soal pamer lembur di media sosial, tapi soal bagaimana kamu bisa terus tumbuh menjadi versi diri yang lebih berkualitas setiap harinya!

©2026 Programwiki.com | Design: Newspaperly WordPress Theme